Halaman

Selasa, 22 Februari 2011

PWPM Kalbar Harus Militan

Muswil Ke X PWPM Kalbar
Catatan Tajudin
Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah (PM) Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan Sabtu (26/2) sampai Minggu (28/2) nanti, diharapkan mampu mencetak kader militan. Maksudnya, tidak hanya sekedar Pengikut saja. namun perjalanan organisasinya telah teruji dedikasinya kepada Muhammadiyah.

Ketua PDPM Landak Tajudin, S.Pd.I, mengatakan agenda Muswil ke-X tidak memilih formatur yang akan menjalankan organisasi. Muswil juga akan melahirkan pemimpin yang melayani umat. Itu disesuaikan semangat Muhammadiyah yang menyebarkan ajaran amar makruf nahi munkar.

“Muswil tak hanya untuk memilih formatur dan ketua saja. Tapi, diharapkan memunculkan kader muda Muhammadiyah yang mau mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujar Tajudin kepada awak koran ini.

Suli menyatakan kader yang menahkodai PW PM Kalbar itu harus bisa mengembangkan organisasi guna menghadapi tantangan global dan kecanggihan teknologi. Meski begitu, Suli meminta kader jangan lupa diri dan harus bisa memberikan pencerahan kepada umat sebagai identitas dakwah model Islam berkemajuan.

“Siapapun kader yang memimpin Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, semuanya harus mengabdikan dirinya ke organisasi, persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa,” jelas Pria Berkacamata.

Tajudin menambahkan PW PM Kalbar harus membuat program terbososan dan inovatif yang dapat dirasakan masyarakat. “Jadi, ke depan harus membuat program baru yang berdampak pada kehidupan warga Muhammadiyah dan bangsa,” katanya

Moh Aslan, SH

--Foto Moh Aslan Bersama Istrinya---

Moh Aslan, SH seorang Muslim Pertama Menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) di Kabupaten Landak.
DPRD Kabupaten Landak Periode 2009-2014 terdapat anggota DPRD yang berlainan suku dan agama. Cina, padang sumatra Barat, Dayak Melayu dan Madura. Salah satu Anggota Dewan Daerah pemilihan landak 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kali ini mengukir sejarah baru di Kabupaten landak. Pertama kali seorang Muslim yang menjadi anggota Dewan, selain itu keunikan yang tidak kalah pentingnya dewan ini berasal dari jawa Timur alias Madura. “Kita sanagat bangga sekali ada salah satu dewan yang beragama Muslim, ini menunjukan bahwah demokrasi itu berjalan dengan lancar.” Ungkap Tajudin Ketua JPPR Kabupaten Landak kemarin.
Ditambahkannya anggota dewan yang beragama Islam sebenarnya ada dua orang, selain dari PPP yang bernama MOH. ASLAN, SH yang memiliki suara terbanyak berjumlah 1.271. kemudian Zalpebri yang berasal daru Sumatra Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Namun sangat di sayangkan beliau ada masalah di interen partai sehingga pelantikannya sebagai DPRD Landak sempat terkendala, akhirnya beliau tetap dilantik juga,” tegasnya.
ia berhrap anggota dewan yang beragama Muslim dapat memberikan yang terbaik buat masyarakatnya. "Muda-mudahan beliau di periode yang akan datang akan terpilih kembali oleh rakyatnya di sana.( din )