Halaman

Jumat, 21 Januari 2011

Tajudin: REAKTUALISASI PERAN PEMUDA

Sudah saatnya pemuda dan remaja merefleksikan kembali untuk berkiprah lebih luas di bidang keilmuan, kemasyarakatan, politik dan yang lebih penting keimanan.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Bupati (Pilbup) yang tidak lama lagi akan dihelat di bumi intan ini, ada banyak usulan untuk meninjau kembali peran dan fungsi pemuda saat ini. Menurut pandangan sebagian pihak, persoalan yang dihadapi pemuda dan remaja sudah terlalu kompleks. Mampukah pemuda mengatasi persoalan yang dihadapinya, dalam arti memberikan motivasi dan dedikasi kepada para pemuda dan remaja untuk tidak terlalu terlibat dalam berbagai persoalan yang membuat nilai-nilai pemuda dan remaja hilang.
Selama ini pemuda dan remaja selalu muncul isu dan pemberitaan yang negatif seperti pemuda dan narkoba, pemuda dan kebebasan seks, pemuda dan tawuran, pemuda dan kejahatan, dan berbagai tindakan sosial lainnya.
Sudah saatnya pemuda dan remaja merefleksikan kembali untuk berkiprah lebih luas di bidang keilmuan, kemasyarakatan, politik dan yang lebih penting keimanan. Pemuda harus dapat bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pemuda harus mengevaluasi diri. Jangan bangga dulu bahwa dirinya sudah besar dan mampu untuk membela, bak seorang pahlawan hingga lepas kendali diri sampai menimbulkan konflik kerusuhan, untuk satu tujuan yang belum jelas. Lebih baik kecil tapi mutu dan berkualitas tinggi.
Selama ini pemuda dan remaja selalu diposisikan sebagai subyek masalah. Ada juga yang memandang kondisi pemuda semata-mata sebagai korban politik keadaan dan korban dari aktor kehidupan. Pemuda harus dapat memposisikan dirinya sebagai subyek yang mampu mengerakkan demokrasi yang demokratis. Pemuda punya hak untuk ikut menentukan kelangsungan pembangunan, untuk menentukan masa depan, hak untuk ikut membicarakan masalah politik dan problem bangsa dan Negara. Jadi, hak yang demikian yang harus pemuda pikirkan.
Selama ini pemuda dianggap sebagai masalah ketimbang sebagai solusi. Pemuda jangan mau dijadikan tameng atau alat politik saja. Pemuda seharusnya dilibatkan untuk menentukan proses pengambilan keputusan dalam kemajuan daerah. Sudah saatnya pemuda melakukan reaktualisasi peran, atau melakukan revitalisasi gerakan dalam otonomi daerah. Ada beberapa saran yang menjadi obyek pemuda dan remaja, yaitu:
 Pertama, pemuda termasuk pemimpin secara struktural harus mempunyai kualitas akhlak (moral) dan semangat nilai-nilai religius (keagamaan). Kedua, pemuda harus mempunyai kemampuan intelektualitas (berilmu).
Dua hal ini lah yang harus dimiliki oleh pemuda untuk mengaktualisasikan perannya dalam kehidupan berpolitik secara kongkrit. Kedua-duanya harus seimbang. Ilmu tanpa moral kurus. Sebaliknya moral tanpa ilmu kering. Sudah saatnya pemuda dan remaja mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa pemuda sebagai kelompok yang peduli terhadap persoalan-persoalan kekinian dengan memberikan advokasi anti kekerasan baik fisik dan mental. Pemuda harus bekerja sama dengan masyarakat lainnya untuk memberikan politik anti kekerasan.
Pemuda dan remaja adalah aset berharga karena memiliki potensi yang besar terhadap bangsa dan Negara. Peningkatan prestasi pemuda harus diutamakan, seperti pemuda dengan prestasi belajar, menulis, lomba karya ilmiah. Pemuda dengan prestasi olah raga. Pemuda dengan prestasi seni dan budaya, pemuda dengan prestasi agama. Kecerdikan, kecerdasan, kejernihan dan ketertiban. Tokoh-tokoh pemuda mampu mengatasi masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik di level masyarakat maupun Negara. Sudah saatnya pemuda melakukan reaktualisasi peran tersebut.

Tajudin, S.Pd.I
Ketua Pemuda Muhammadiyah
Kabupaten   Landak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar