Sudah saatnya pemuda dan remaja merefleksikan kembali untuk berkiprah lebih luas di bidang keilmuan, kemasyarakatan, politik dan yang lebih penting keimanan.
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Bupati (Pilbup) yang tidak lama lagi akan dihelat di bumi intan ini, ada banyak usulan untuk meninjau kembali peran dan fungsi pemuda saat ini. Menurut pandangan sebagian pihak, persoalan yang dihadapi pemuda dan remaja sudah terlalu kompleks. Mampukah pemuda mengatasi persoalan yang dihadapinya, dalam arti memberikan motivasi dan dedikasi kepada para pemuda dan remaja untuk tidak terlalu terlibat dalam berbagai persoalan yang membuat nilai-nilai pemuda dan remaja hilang.Selama ini pemuda dan remaja selalu muncul isu dan pemberitaan yang negatif seperti pemuda dan narkoba, pemuda dan kebebasan seks, pemuda dan tawuran, pemuda dan kejahatan, dan berbagai tindakan sosial lainnya.
Sudah saatnya pemuda dan remaja merefleksikan kembali untuk berkiprah lebih luas di bidang keilmuan, kemasyarakatan, politik dan yang lebih penting keimanan. Pemuda harus dapat bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pemuda harus mengevaluasi diri. Jangan bangga dulu bahwa dirinya sudah besar dan mampu untuk membela, bak seorang pahlawan hingga lepas kendali diri sampai menimbulkan konflik kerusuhan, untuk satu tujuan yang belum jelas. Lebih baik kecil tapi mutu dan berkualitas tinggi.
Selama ini pemuda dan remaja selalu diposisikan sebagai subyek masalah. Ada juga yang memandang kondisi pemuda semata-mata sebagai korban politik keadaan dan korban dari aktor kehidupan. Pemuda harus dapat memposisikan dirinya sebagai subyek yang mampu mengerakkan demokrasi yang demokratis. Pemuda punya hak untuk ikut menentukan kelangsungan pembangunan, untuk menentukan masa depan, hak untuk ikut membicarakan masalah politik dan problem bangsa dan Negara. Jadi, hak yang demikian yang harus pemuda pikirkan.
Selama ini pemuda dianggap sebagai masalah ketimbang sebagai solusi. Pemuda jangan mau dijadikan tameng atau alat politik saja. Pemuda seharusnya dilibatkan untuk menentukan proses pengambilan keputusan dalam kemajuan daerah. Sudah saatnya pemuda melakukan reaktualisasi peran, atau melakukan revitalisasi gerakan dalam otonomi daerah. Ada beberapa saran yang menjadi obyek pemuda dan remaja, yaitu:
Pertama, pemuda termasuk pemimpin secara struktural harus mempunyai kualitas akhlak (moral) dan semangat nilai-nilai religius (keagamaan). Kedua, pemuda harus mempunyai kemampuan intelektualitas (berilmu).
Dua hal ini lah yang harus dimiliki oleh pemuda untuk mengaktualisasikan perannya dalam kehidupan berpolitik secara kongkrit. Kedua-duanya harus seimbang. Ilmu tanpa moral kurus. Sebaliknya moral tanpa ilmu kering. Sudah saatnya pemuda dan remaja mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa pemuda sebagai kelompok yang peduli terhadap persoalan-persoalan kekinian dengan memberikan advokasi anti kekerasan baik fisik dan mental. Pemuda harus bekerja sama dengan masyarakat lainnya untuk memberikan politik anti kekerasan.
Pemuda dan remaja adalah aset berharga karena memiliki potensi yang besar terhadap bangsa dan Negara. Peningkatan prestasi pemuda harus diutamakan, seperti pemuda dengan prestasi belajar, menulis, lomba karya ilmiah. Pemuda dengan prestasi olah raga. Pemuda dengan prestasi seni dan budaya, pemuda dengan prestasi agama. Kecerdikan, kecerdasan, kejernihan dan ketertiban. Tokoh-tokoh pemuda mampu mengatasi masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik di level masyarakat maupun Negara. Sudah saatnya pemuda melakukan reaktualisasi peran tersebut.
Tajudin, S.Pd.I
Ketua Pemuda Muhammadiyah
Kabupaten Landak
Kisah
KISAH YANG SANGAT MENYEDIHKAN.. (SUMPAH!!)
“Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, Kerjaan siapa ini !!! . Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan Saya tidak tahu..tuan. Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan? hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik kan! katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Oleskan obat saja! jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Dita demam, Bujawab pembantunya ringkas. Kasih minum panadol aja , jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. Tidak ada pilihan.. kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akutIni sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. Ayah.. ibu Dita tidak akan melakukannya lagi. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi Dita sayang ayah..sayang ibu., katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. Dita juga sayang Mbok Narti.. katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ? Bagaimana Dita mau bermain nanti ? Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maafTahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi, Namun., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
“
resapi dan renungi gan,bukan sedih/terharunya yang kita cari tapi
pengaruh positifnya kisah ini untuk kehidupan kita